Korban Tsunami Palu Berserakan







Gempa yang terjadi kemarin, Jumat (28/9) mengakibatkan kerusakan parah. Usai gempa, tsunami menerjang hingga mengakibatkan banyak korban yang berada dekat pantai hanyut.

Sejumlah saksi mata menyebut cukup banyak korban meninggal dunia di Pantai Talise, Kota Palu, setelah tsunami menerjang kawasan itu Jumat (28/9) sore.

Di ketahui, pada saat terjangan tsunami menghantam, salah satu pantai sedang digunakan sebagai lokasi arena Festival Pesona Palu Nomoni. Puluhan bahkan mungkin seratusan orang pengisi acara, sebagian merupakan para penari, juga belum diketahui nasibnya saat terjadi gelombang tsunami di pantai sekitar yang menyapu tempat acara festival tahunan itu.

Sabtu (29/9), Fajar Online melaporkan, mayat-mayat ditemukan berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut. Jenazah dikabarkan bercampur dengan puing-puing material yang berserakan.

Kerusakan di kawasan Pantai Talise terbilang sangat parah. Meski demikian, belum ada laporan resmi yang dirilis otoritas terkait mengenai kerusakan maupun jumlah korban akibat tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala bersumber dari sesar Palu Koro.

"Disebabkan oleh sesar Palu Koro yang berada di sekitar Selat Makassar," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam konferensi pers. Dilansir dari jpnn.com (29/09/2018).

Rahmat menuturkan, gempa utama adalah yang bermagnitudo 7,4 yang terjadi pada pukul 17.02 WIB. Tsunami diprediksi tiba 20 menit kemudian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Penampakan TOL Padang-Pekan